MAKALAH KONSEKUENSI MASYARAKAT KULTIKURAL

Saturday, April 12, 2014

print this page
send email

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pengertian multikulturalisme, “Multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakankebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik.

Dalam hal ini, multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan.Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat darikondisi sosial-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisigeografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana setiap pulau tersebut dihuni olehsekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat.

Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itusendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam.Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme dimasyarakat.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Multikulturalisme
Multikulturalisme bertentangan dengan monokulturalisme dan asimilasi yang telah menjadi norma dalam paradigma negara-bangsa (nation-state) sejak awal abad ke-19. Monokulturalisme menghendaki adanya kesatuan budaya secara normatif (istilah 'monokultural' juga dapat digunakan untuk menggambarkan homogenitas yang belum terwujud (pre-existing homogeneity). Sementara itu, asimilasi adalah timbulnya keinginan untuk bersatu antara dua atau lebih kebudayaan yang berbeda dengan cara mengurangi perbedaan-perbedaan sehingga tercipta sebuah kebudayaan baru.

Multikulturalisme mulai dijadikan kebijakan resmi di negara berbahasa-Inggris (English-speaking countries), yang dimulai di Afrika pada tahun 1999. Kebijakan ini kemudian diadopsi oleh sebagian besar anggota Uni Eropa, sebagai kebijakan resmi, dan sebagai konsensus sosial di antara elit. Namun beberapa tahun belakangan, sejumlah negara Eropa, terutama Inggris dan Perancis, mulai mengubah kebijakan mereka ke arah kebijakan multikulturalisme. Pengubahan kebijakan tersebut juga mulai menjadi subyek debat di Britania Raya dam Jerman, dan beberapa negara lainnya.


B. Pengertian Multikulturalisme
Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.

Multikulturalisme berhubungan dengan kebudayaan dan kemungkinan konsepnya dibatasi dengan muatan nilai atau memiliki kepentingan tertentu.

  1. “Multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik (Azyumardi Azra, 2007)
  2. Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam kumunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan (“A Multicultural society, then is one that includes several cultural communities with their overlapping but none the less distinc conception of the world, system of [meaning, values, forms of social organizations, historis, customs and practices”; Parekh, 1997 yang dikutip dari Azra, 2007).
  3. Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain (Lawrence Blum, dikutip Lubis, 2006:174)
  4. Sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Suparlan, 2002, merangkum Fay 2006, Jari dan Jary 1991, Watson 2000)
  5. Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut (A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar)

C. Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural
Faktor-Faktor Penyebab Timbulnya Masyarakat Multikultural Integrasi Suku Bangsa

1. Keadaan Geografis
  • Keadaan geografis wilayah Indonesia yang terdiri lebih dari 17 ribu pulau dan tersebar di suatu daerah equator merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap terciptanya multikultural suku bangsa diIndonesia.
  • Para pendatang di Indonesia terdiri dari berbagai macam ras yangkemudian disebut Bangsa Indonesia dalam bentuk keanekaragaman suku bangsa setelah melalui proses amalgamasi dan isolasi.
  • Kondisi geografis yang telah mengisolir penduduk yang menempati pulau dan daerah menumbuhkan kesatuan suku bangsa yang berbeda-bedadan dipersatukan oleh ikatan-ikatan emosional. Mereka jugamengembangkan bahasa, budaya, kepercayaan dan mitos-mitos.
2. Pengaruh Budaya Asing
Letak Indonesia yang strategis antara Samudera Hindia dan Pasifik sangat memengaruhi proses multikultural, seperti :
  • Unsur kebudayaan dan agama yang masuk melalui para pedagang asing yang datang ke Indonesia.
  • Selain agama dan budaya, gaya hidup
  • Bangsa kita juga telah dipengaruhi Bangsa Barat. Seperti adanya supermarket. Masyarakat memilih berbelanja di supermarket daripada pasar tradisional.
  • Selain agama dan budaya, gaya hidup
  • Bangsa kita juga telah dipengaruhi Bangsa Barat. Seperti adanya supermarket. Masyarakat memilih berbelanja di supermarket daripada pasar tradisional.
3. Kondisi Iklim yang Berbeda
  • Wilayah lingkungan hidup suku-suku bangsa memperlihatkanvariasiyang berbeda. Ada komunitas yang mengandalkan pada laut, pertanianatau peternakan sebagai sumber kehidupannya.
  • Terdapat juga komunitas-komunitas pedalaman seperti dayak dan gayoalas.
  • Ditambah lagi dengan perbedaan tipe masyarakatnya terlihat pada komunitas kosmopolitan perkotaan, komunitas peralihan dari pertanian keindustri, dsb masih mencirikan komunitas yang tribal communities
4. Integrasi Suku Bangsa
Integrasi suku bangsa dalam kesatuan nasional menjadi bangsa Indonesia dalam kesatuan wilayah negara Indonesia dipicu oleh 4 peristiwa, antara lain :
  • Kerajaan Sriwijaya mempersatukan suku-suku bangsa Indonesia dalamkesatuan politis, ekonomis dan social.
  • Kekuasaan kolonialisme Belanda telah menyatukan suku-suku bangsa diindonesia dalam 1 kesatuan nasib dan cita- cita.
  • Lahirnya sumpah pemuda.
  • Proklamasi kemerdekaan RI.
  • Berdasar timbulnya masyarakat multikultural di Indonesia, maka kelompok-kelompok sosial yang tumbuh pun beraneka ragam. Seperti kelompok etnis, agama, ataupun kelompok berdasarkan stratifikasi sosialnya

D. Konsekuensi Yang Timbul Akibat Adanya Masyarakat Multikultural
Konflik berdasarkan tingkatannya
  • Tingkat ideologi atau gagasan
  • Tingkat politik
Berdasarkan jenisnya
  • Rasial
  • Antar suku bangsa
  • Antar agama
INTEGRASI
Berasal dari kata “integration” yang berarti kesempurnaan, atau keseluruhan Maurice Duverger mendefinisikan sebagai dibangunnya interdependensi (kesaling tergantungan) yang lebih rapat antara anggota-anggota dalam masyarakat.

DISINTEGRASI
Disebut juga disorganisasi yaitu suatu keadaan di mana tidak ada keserasian pada bagian-bagian dari suatu kesatuan. Misal : Kasus GAM, RMS, Papua dll
  • Gejala awal disintegrasi
  • Tidak ada persamaan persepsi
  • Norma tidak berfungsi dengan baik
  • Terjadi pertentangan antar norma
  • Pemberian sanksi tidak konsekuen
  • Tindakan masyarakat tidak sesuai dengan norma
  • Terjadinya proses disosiatif : persaingan, pertentangan, kontravensi
REINTEGRASI
Atau “reorganisasi” yaitu suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru agar serasi dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan.


E. Alternatif Pemecahan Masalah Yang Ditimbulkan Oleh Masyarakat Multikultural
1. ASIMILASI
Proses di mana seseorang meninggalkan tradisi budaya mereka sendiri untuk menjadi dari bagian dari budaya yang berbeda. Dengan demikian kelompok etnis yang berbeda secara bertahap dapat mengadopsi budaya dan nilai-nilai yang ada dalam kelompok besar, sehingga setelah beberapa generasi akan menjadi bagian dari masyarakat tersebut.

2. INTEGRASI
Merupakan keadaan ketika kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap konformistis, terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, tetapi dengan tetap mempertahankan kebudayaan mereka sendiri.

3. SELF REGREGATION
Suatu kelompok etnis mengasingkan diri dari dari kebudayaan mayoritas, sehingga interaksi antar kelompok sedikit sekali, atau tidak terjadi. Sehingga potensi konflik menjadi kecil.

4. PLURALiSME
Suatu masyarakat di mana kelompok-kelompok sub ordinat tidak harus mengorbankan gaya hidup dan tradisi mereka, bahkan kebudayaan kelompok-kelompok tersebut memiliki pengaruh terhadap kebudayaan masyarakat secara keseluruhan.

5. SIKAP KRITIS, TOLERANSI, DAN EMPATI SOSIAL TERHADAP HUBUNGAN KEANEKARAGAMAN DAN PERUBAHAN BUDAYA
Dalam menghadapi hubungan keanekaragaman dan perubahan kebudayaan di masyarakat, dibutuhkan sikap yang kritis, disertai toleransi dan empati sosial terhadap perbedaan-perbedaan tersebut.


F. Jenis Multikulturalisme
Berbagai macam pengertian dan kecenderungan perkembangan konsep serta praktik multikulturalisme yang diungkapkan oleh para ahli, membuat seorang tokoh bernama Parekh (1997:183-185) membedakan lima macam multikulturalisme (Azra, 2007, meringkas uraian Parekh) :
  1. Multikulturalisme isolasionis, mengacu pada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain.
  2. Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka. Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa.
  3. Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.
  4. Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus (concern) dengan kehidupan kultural otonom; tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka.
  5. Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.

2. Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural
  • Keadaan Geografis
  • Pengaruh Budaya Asing
  • Kondisi Iklim yang Berbeda
  • Integrasi Suku Bangsa
3. Jenis Multikulturalisme
  • Multikulturalisme isolasionis
  • Multikulturalisme akomodatif
  • Multikulturalisme otonomis
  • Multikulturalisme kritikal atau interaktif
  • Multikulturalisme kosmopolitan


DAFTAR PUSTAKA

Prof Dr Ki Supriyoko MPd Guru Besar Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa Yogyakarta; Wakil Presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE) yang Bermarkas di Tokyo, Jepang
Aly, A. (2005). “Pendidikan Multikultural dalam Tinjauan Pedagogik”. Makalah dipresentasikan pada Seminar Pendidikan Multikultural sebagai Seni Mengelola Keragaman, yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSB-PS) Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu, 8 Januari 2005.
Azra, A. (2004). “Demokrasi Multikultural”. Harian Republika, 12 Agustus 2004.
http://badry7.blogspot.com/2014/04/makalah-konsekuensi-masyarakat.html
[http:www.duniaesai.com/antro/antro3.html Suparlan, Parsudi, “Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural”, Simposium Internasional Bali ke-3, Jurnal Antropologi Indonesia, Denpasar Bali, 16-21 Juli 2002, 1987]

Harahap, Ahmad Rivai, 2004. “Multikulturalisme dan Penerapannya dalam pemeliharaan kerukunan Umat Beragama”.


Demikian sedikit penjelasan seputar "Makalah Konsekuensi Masyarakat Kultikural" yang bisa saya himpun dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat dan dapat membantu anda. Wassalam.

Kumpulan Makalah yang lainnya lihat   DISINI



Cpx24.com CPM Program

0 Komentar:

Post a Comment

Pemberitahuan :
Mohon maaf apabila komentar Sobat dari Facebook tidak bisa saya jawab semua, dikarenakan sulit untuk memoderasi komentar dari Facebook, bila sobat ada pertanyaan yang ingin lansung saya jawab, silakan Sobat berkomentar dari id Blogger.

** Jika anda terbantu dengan apa yang ada di blog ini jangan lupa untuk IZIN COPAS dan Ucapan Terimasih pada kotak komentar di bawah.**



close
Chat